Selasa, 27 Desember 2011

"Plakk !!"


"kriiinkkkk !!!!! kriiinkkk !!! kriinnnkkk !!! “ suara alarm memaksaku untuk bangun. Cahaya fajar menyambutku pagi ini. Jutaan  bintang masih terlihat indah dan kelap-kelip seolah menyapaku dalam dinginnya  udara pagi hari . Bulan pun terlihat masih tidur tetapi tetap memancarkan sinar indahnya.  Tepat pukul 03.00 wib aku bangun untuk pergi mandi dan persiapan beribadah di masjid. Yah itulah kebiasaan anak santri di pesantren. Di pagi buta sudah harus sudah bangun.   -.-“
            Oh iya, namaku Disti. Aku adalah santri baru dipesantren Al-Husna. Aku masuk saat awal kelas tiga SMA. Sebenarnya dulu juga pernah tinggal dipesantren Al-Husna. Tapi setelah lulus SMP aku memilih untuk tinggal dirumah, karena ada hal-hal tertentu. Salah satunya karena aku yang nakal selalu bermain. Menurutku sih main sama belajar itu harus seimbang dan masa SMA gak boleh dilewatin gitu aja. Jadi yaa aku tinggal dirumah lagi hhha (jangan ditiru ya !) .
            Awal kehidupanku dipesantren terasa biasa saja. Tak banyak warna yang menghiasi hariku. Aku tinggal di kobong  Al-Aqso’07 (istilah kalau dipesantren atau disebut kamar). Di kelas 3 ini,aku hanya kenal dengan seorang santri, karena dia adalah temanku sewaktu SMP dulu. Namun karena kebiasaan dan perkataanku yang pobia (polos biadab -_-“) bin SKSD aku mudah bergaul dengan mereka. Seru juga ternyata bergaul dengan mereka. Hhhe.
            Minngu terakhir ini acaranya adalah penutupan Masa Orientasi Santri Baru ( dipesantren juga ada MOSBAnya looo :D ). Aku sih gak ikutan jadi peserta MOSBA, hhe. Setelah selesai acara, para pengurus seangkatanku berkumpul di Al-Aqso. Mereka menceritakan semua kepolosan santri baru. Ada yang tanya-tanya terus, ada yang diem terus, ada yang ngebenerin sarung terus,ada yang salah manggil orang, ada yang salah masuk WC, ada yang nagis gara-gara sandalnya hilang. Banyak lagi deh kepolosan mereka. Hhha . Tiba-tiba salah seorang dari kami mulai cerita agak serius.
“Hey, tau gak . anak asuhanku ada yang suka ke tempat jemuran pukul 03.00 buat bawa handuk sama bajunya. Hiiiy kan seereeem . terus tau gak dia nemuin apa ?? “ kata Ena.
“Nemuin apa na?? pastiiii …….” Tanya Ayu dengan seriusnya . teman-temanku yang lain juga mulai serius mendengarkan cerita ini .
“Dia nemuin sosok yang berbaju hitam dan wajahnya putih nercahaya, dia ngajak sosok itu turun tapi katanya duluan aja.” Lanjut Ena .
Memang sih jemuran sudah terkenal dengan cerita yang begitu . Tempat jemuran berada tepat diatas kobong tiga sampai wc kobong nol. Sudah tidak aneh lagi kalau ada yang nemuin hal yang seperti itu. Tapi kenapa ada juga yang berani sampai ke tempat jemuran jam segitu ya, hmm maklum santri baru . ckkckc
“Emang siapa sih na anak itu?? Gilaaa.. berani bangeettt diaaaa… !!! hiiiy aku aja dulu gak berani sampai jam 03.00 ke tempat jemuran”. Tanya Isma.
“Namanya Ula , Ma. Yang tinggi itu loh, yang suka bawa bola basket.” Jawab Ena.
“Oh iya tau, ya ampun gak kebayang deh kalo aku yang ngalamin itu!” kata Isma
Aku sih gak tahu orangnya yang mana. Teman seangkatan aja belum hafal semua apalagi harus kenal dengan santri barunya. Ckckkc
Sehari setelah Ena menceritakan kejadian itu, dia bercerita lagi tentang penemuan santri baru yang bernama Ula itu .
“Hey teman-teman, si Ula nemuin lagi ! katanya di atas genting yang berada depan kobong 2 dan kobong 3 . banyak yang berjajar disana. Dia sampai lari-lari kalo lewat kesana. !” kata Ena dengan sedikit ketakutan.
“ya ampun ko dia terus ya yang liat itu, tapi kalo sampai aku yang litanya sih .. hiiy amit-amit deh !!!” kata Lala.
Hm.. aku mulai penasaran dengan santri baru itu. Yang mana sih orangnya ? berani banget deh dia apalagi sampai liat yang gaib gitu.
Tepat pukul 20.00 aku selesai mengaji. Saat datang ke kobong aku langsung memanjakan badan dengan tiduran di karpet biruku. Aku mulai merasakan ngantuk,ingin segera tidur karena lelah menjalani aktifitas pada hari itu.Tiba-tiba ada seorang anak yang tinggi kecil, hitam manis, tomboy juga kayanya, datang menemui temanku yang bernama Susi.
Tak lama kemudian, Susi memperkenalkan anak itu kepadaku.
“Disti kenalin nih santri baru, namanya De Ula kelas 1 tsanawi . J “ kata Ucy.
“iya salam kenal De Ula, nama teteh Disti. Santri baru yaa J “ aku memperkenalkan diri dengan menyebut namaku saja, karna ku pikir dia tahu aku kelas tiga SMA.
Setelah perkenalan itu, aku mulai mengeluarkan kejayusanku. Aku bercanda dengan Ucy dan Ula. Seru juga sih dia orangnya . hhha . Makanya setiap aku dan Ula bertrmu pasti gini .
“Woi !! plakk !!  hhha. “
Lama-kelamaan aku dan Ula menjadi akrab. Kami sering bercanda dan bercerita tentang keanehan yang dia temukan . yah gak jauh lagi tentang hal gaib. Ckck .
Setelah aku kenal Ula, kehidupanku di pesantren Al-Husna menjadi lebih semangat dan berwarna. Dia orangnya beda aja sama yang lain. Nyambung juga kalo diajak cerita. Apalagi dalam hal belajar, dia orangnya pintar. Jadi aku bisa sedikit belajar sama dia terutama dalam hal HITUNG-MENGHITUNG ! huhh . (malu-maluin aja ya belajar sama adik kelas -.-“) hahhahaha (gak apa-apa deh). Dia bisa mengobati rasa gak betahku di Al-Husna.
Aku gak betah karena sekelompok orang yang suka sirik sama kebahagiaan orang lain. Padahal kalau  didepan mereka keliatan baik , ramah banget . tapi ternyata mereka menusuk dari belakang. Ya ampun.. aku dapat pelajaran berharga dari itu semua, jadi gak boleh mudah percaya sama orang ya.. sebelum kita tahu orang itu lebih dekat . (ingat itu Ula!). ckck
Hari-hariku dipesantren dihiasi dengan canda-tawa dan cerita-cerita tentang aku dan Ula. Kami pun semakin akrab layaknya seperti seorang adik dan kakak. Pokoknya lepas banget deh kalo ketawa sama dia, puas banget kalo udah ngejailin dia . gapapa kan biar sama-sama betah yaaa hhhee peace :P

Kamis, 15 Desember 2011

penasaran

Malam itu aku duduk didepan kamaar, memandang alam dengang lepas, merasakan apa yang terasa saat alam menyapaku dengan angin yang lembut .saat itu aku memandang ke arah langit. hitam .. yah langit malam itu hitam kelam , tak ada bintang yang menghiasi langit malam itu .bulam pun sama, seolah dia ragu untuk memancarkan sinar indahnya. aku berfikir , dan bertanya dalam hati .. apa maksud bulan itu ..hmmm penasaraan.. ya penasaran yang selalu aku rasakan ..penasaran yang hebat aku rasakan hari itu ..
Dia.. bulan itu ... ah sama saja .. ingin bersinar namun masih tertutupi oleh awan yang hitam .. aku mulai berfikir.. tak ada sinar bulan karena awan hitam yang menutupi atau karena bulan yang enggan dan ragu untuk memancarkan sinarnya??
Ya rabb ... ada apa dengan hari inii .. ada apa dengan semua inii .. semua hal membuatku bertanya-tanya hari itu .. sungguh aku tak menyukai keadaan itu ...
Semoga aku mendapat petunjuk dari Yang Maha Mengetahui .. amiin
#9-8-2011, alhasan.

zzZZ

Rasa itu datang secara tiba-tiba.. anehnya setiap waktu maghrib, subuh, dan ashar ..serentak aku menundukan kepala dan memejamkan mata.. merasakan hasrat yang ku rasa. ingin segera pulang, pulang untuk mencurahkan rasa dan hasrat yang sedang aku rasakan .. sungguh aku tak bisa menahan ini semua .. oh tolong aku .. ingin tempat tidur yang enakk .."NGANTUK" !!! penegn tiduuur !!!
(cerita santri).

Penakluk cinta

Untuk dirimu
Seseorang yang merebahkan sayap
Pergi jauh
Jauh dari kehidupanku

Biarkan aku ..
Bersorak dengan lembut
Mengucap kata sayang
Karna aku yang menyayangimu

Janji yang kamu ucapkan
Bak surat kaleng ditengah lautan
Terombang-ambing oleh rayuan nafsu
dan terlena dengan kesenangan dunia'..

Aku tak tahu
Entah itu akan bertepi kembali
Atau malah hilang
Terelan ombak yang kejam

Rasa sayangku ini
Seolah angin yang berlalu bagimu
Tak peduli dengan apa yang aku rasa
Tapi ketahuilah
Angin itu akan tetap selalu ada
Dan berhembus setiap saat ..

Rasakan itu
Resapi itu wahai penakluk cinta
Meski dirimu
Takkan menghembuskan angin itu lagi ...

Tanya Dalam Hati

Aku tak mengerti dengan semua ini
dulu..
Hari demi hari kita lalui bersama..
Tiada henti kita isi dengan canda dan tawa..
Kita bagai burung elang
Yang terbang dengan bebas
Melewati angan-angan ..
Dan perasaan itu pun tumbuh
Tumbuh dengan benih cinta yang kau tanam
Aku tak peduli..
Seberapa jauh jarak aku dan kamu..
Karna hatiku takkan bisa mengenal itu..
Tapi mengapaa..
Saat aku menyayangi dirimu
saat kamu mengenal dirinya
Semua menjadi berubah
Aku dan kamu bak dua tongkat
Yang diikat dengan tali kencang
Lalu terpotong oleh sesuatu yang tajam ..
Sekarang ..
Saat Kamu memiliki dirinya
Kamu mengakui peraasaan itu
Kamu mengucap kata sayang
Seolah aku memang untuk kamu
yang ada sejak dulu
Tapi mengapaa
Mengapa dulu kau malah memilih orang lain
Tuk menjadi pengisi singgasana hatimu
Sungguh aku tak mengerti
Apa yang sebenarnya terjadi
Aku seolah boneka
Yang ada dalam skenario
Sandiwara yang kamu mainkan ...