"kriiinkkkk !!!!! kriiinkkk !!! kriinnnkkk !!! “ suara alarm memaksaku untuk bangun. Cahaya fajar menyambutku pagi ini. Jutaan bintang masih terlihat indah dan kelap-kelip seolah menyapaku dalam dinginnya udara pagi hari . Bulan pun terlihat masih tidur tetapi tetap memancarkan sinar indahnya. Tepat pukul 03.00 wib aku bangun untuk pergi mandi dan persiapan beribadah di masjid. Yah itulah kebiasaan anak santri di pesantren. Di pagi buta sudah harus sudah bangun. -.-“
Oh iya, namaku Disti. Aku adalah santri baru dipesantren Al-Husna. Aku masuk saat awal kelas tiga SMA. Sebenarnya dulu juga pernah tinggal dipesantren Al-Husna. Tapi setelah lulus SMP aku memilih untuk tinggal dirumah, karena ada hal-hal tertentu. Salah satunya karena aku yang nakal selalu bermain. Menurutku sih main sama belajar itu harus seimbang dan masa SMA gak boleh dilewatin gitu aja. Jadi yaa aku tinggal dirumah lagi hhha (jangan ditiru ya !) .
Awal kehidupanku dipesantren terasa biasa saja. Tak banyak warna yang menghiasi hariku. Aku tinggal di kobong Al-Aqso’07 (istilah kalau dipesantren atau disebut kamar). Di kelas 3 ini,aku hanya kenal dengan seorang santri, karena dia adalah temanku sewaktu SMP dulu. Namun karena kebiasaan dan perkataanku yang pobia (polos biadab -_-“) bin SKSD aku mudah bergaul dengan mereka. Seru juga ternyata bergaul dengan mereka. Hhhe.
Minngu terakhir ini acaranya adalah penutupan Masa Orientasi Santri Baru ( dipesantren juga ada MOSBAnya looo :D ). Aku sih gak ikutan jadi peserta MOSBA, hhe. Setelah selesai acara, para pengurus seangkatanku berkumpul di Al-Aqso. Mereka menceritakan semua kepolosan santri baru. Ada yang tanya-tanya terus, ada yang diem terus, ada yang ngebenerin sarung terus,ada yang salah manggil orang, ada yang salah masuk WC, ada yang nagis gara-gara sandalnya hilang. Banyak lagi deh kepolosan mereka. Hhha . Tiba-tiba salah seorang dari kami mulai cerita agak serius.
“Hey, tau gak . anak asuhanku ada yang suka ke tempat jemuran pukul 03.00 buat bawa handuk sama bajunya. Hiiiy kan seereeem . terus tau gak dia nemuin apa ?? “ kata Ena.
“Nemuin apa na?? pastiiii …….” Tanya Ayu dengan seriusnya . teman-temanku yang lain juga mulai serius mendengarkan cerita ini .
“Dia nemuin sosok yang berbaju hitam dan wajahnya putih nercahaya, dia ngajak sosok itu turun tapi katanya duluan aja.” Lanjut Ena .
Memang sih jemuran sudah terkenal dengan cerita yang begitu . Tempat jemuran berada tepat diatas kobong tiga sampai wc kobong nol. Sudah tidak aneh lagi kalau ada yang nemuin hal yang seperti itu. Tapi kenapa ada juga yang berani sampai ke tempat jemuran jam segitu ya, hmm maklum santri baru . ckkckc
“Emang siapa sih na anak itu?? Gilaaa.. berani bangeettt diaaaa… !!! hiiiy aku aja dulu gak berani sampai jam 03.00 ke tempat jemuran”. Tanya Isma.
“Namanya Ula , Ma. Yang tinggi itu loh, yang suka bawa bola basket.” Jawab Ena.
“Oh iya tau, ya ampun gak kebayang deh kalo aku yang ngalamin itu!” kata Isma
Aku sih gak tahu orangnya yang mana. Teman seangkatan aja belum hafal semua apalagi harus kenal dengan santri barunya. Ckckkc
Sehari setelah Ena menceritakan kejadian itu, dia bercerita lagi tentang penemuan santri baru yang bernama Ula itu .
“Hey teman-teman, si Ula nemuin lagi ! katanya di atas genting yang berada depan kobong 2 dan kobong 3 . banyak yang berjajar disana. Dia sampai lari-lari kalo lewat kesana. !” kata Ena dengan sedikit ketakutan.
“ya ampun ko dia terus ya yang liat itu, tapi kalo sampai aku yang litanya sih .. hiiy amit-amit deh !!!” kata Lala.
Hm.. aku mulai penasaran dengan santri baru itu. Yang mana sih orangnya ? berani banget deh dia apalagi sampai liat yang gaib gitu.
Tepat pukul 20.00 aku selesai mengaji. Saat datang ke kobong aku langsung memanjakan badan dengan tiduran di karpet biruku. Aku mulai merasakan ngantuk,ingin segera tidur karena lelah menjalani aktifitas pada hari itu.Tiba-tiba ada seorang anak yang tinggi kecil, hitam manis, tomboy juga kayanya, datang menemui temanku yang bernama Susi.
Tak lama kemudian, Susi memperkenalkan anak itu kepadaku.
“Disti kenalin nih santri baru, namanya De Ula kelas 1 tsanawi . J “ kata Ucy.
“iya salam kenal De Ula, nama teteh Disti. Santri baru yaa J “ aku memperkenalkan diri dengan menyebut namaku saja, karna ku pikir dia tahu aku kelas tiga SMA.
Setelah perkenalan itu, aku mulai mengeluarkan kejayusanku. Aku bercanda dengan Ucy dan Ula. Seru juga sih dia orangnya . hhha . Makanya setiap aku dan Ula bertrmu pasti gini .
“Woi !! plakk !! hhha. “
Lama-kelamaan aku dan Ula menjadi akrab. Kami sering bercanda dan bercerita tentang keanehan yang dia temukan . yah gak jauh lagi tentang hal gaib. Ckck .
Setelah aku kenal Ula, kehidupanku di pesantren Al-Husna menjadi lebih semangat dan berwarna. Dia orangnya beda aja sama yang lain. Nyambung juga kalo diajak cerita. Apalagi dalam hal belajar, dia orangnya pintar. Jadi aku bisa sedikit belajar sama dia terutama dalam hal HITUNG-MENGHITUNG ! huhh . (malu-maluin aja ya belajar sama adik kelas -.-“) hahhahaha (gak apa-apa deh). Dia bisa mengobati rasa gak betahku di Al-Husna.
Aku gak betah karena sekelompok orang yang suka sirik sama kebahagiaan orang lain. Padahal kalau didepan mereka keliatan baik , ramah banget . tapi ternyata mereka menusuk dari belakang. Ya ampun.. aku dapat pelajaran berharga dari itu semua, jadi gak boleh mudah percaya sama orang ya.. sebelum kita tahu orang itu lebih dekat . (ingat itu Ula!). ckck
Hari-hariku dipesantren dihiasi dengan canda-tawa dan cerita-cerita tentang aku dan Ula. Kami pun semakin akrab layaknya seperti seorang adik dan kakak. Pokoknya lepas banget deh kalo ketawa sama dia, puas banget kalo udah ngejailin dia . gapapa kan biar sama-sama betah yaaa hhhee peace :P






